(Review) Lika-Liku Persib Bandung Selama Gelaran Liga 1
Persib bandung menutup laga pamungkas gelaran liga 1 gojek traveloka 2017 dengan kekalahan, tuan rumah dipermalukan tamunya perseru serui dengan skor 0-2. Dengan kekalahan tersebut sekaligus melengkapi rentetan hasil minor selama Liga 1, rekor yang sebelumnya selalu dijadikan tameng sebagai satu-satunya tim yang belum pernah kalah dikandang kini sirna dan menjadi lengkaplah kewirangan persib bandung di Liga 1
Penampilan persib yang mengecewakan di liga 1 memang diluar dugaan banyak kalangan, sebagai juara bertahan tentu persib banyak diprediksi akan mampu bersaing dalam perebutan gelar di akhir musim. Namun kenyataannya justru tidak demikian, persib tampil memble selayaknya tim yang hanya sekedar ikut meramaikan hajatan sebuah kompetisi. Deretan pemain bintang, dari talenta lokal hingga pemain yang pernah berlaga di liga top eropa nyatanya tidak memberikan hasil yang diharapkan. Dukungan tiada henti dimanapun serta kapanpun dibalas dengan hasil memalukan
Dari 34 pertandingan yang di jalani, persib hanya mampu meraih 9 kemenangan, 14 seri, 11 kalah, memasukan 39, serta kemasukan 34 dan finish di posisi ke 13. Ini jelas memalukan, ya memang memalukan tim sekelas persib untuk urusain meraih kemenangan setara dengan tim yang terdegradasi yaitu semen padang. Dari 18 tim, persib termasuk 4 tim terendah dalam urusan meriah kemenangan, justru juara dalam pencapaian hasil remis alias imbang
Lini belakang pun tak luput dari sorotan, walau tidak terlalu buruk tetapi 34x dibobol lawan menggambarkan begitu rapuhnya barisan pertahanan persib. Meski para bek pernah menjalin kerjasama pada periode 2014 namun sepertinya semua memang harus kembali ke titik awal untuk kembali menumbuhkan chemistry. Perlaga kebobolan 1 gol menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenai agar tidak terulang dikompetisi tahun depan
Juru gedor bernasib serupa, harus di akui kambuhnya cedera Sergio van dijk menjadi salah satu faktor pemicunya. Opsi menjadikan seorang maitimo serta matsunaga untuk menjadi mesin gol dadakan tidak semudah yang dibayangkan. Datangnya Ndouasel di awal putaran kedua bukanlah solusi instan, Ndouasel hanya mampu menunjukan tajinya di beberapa pertandingan awal putaran kedua setelah itu sang pemain terlihat kesulitan untuk mencetak gol. jika dicermati dari 39x membobol gawang lawan tidak ada satupun pemain persib yang mampu mencetak 10 gol di ajang Liga 1, yang terdekat yakni maitimo hanya mampu mencetak 9 gol. Urusan produktifitas gol persib masih kalah dari persela serta persiba, tim yang berada di bawah peringkat persib
Ini dia lini yang paling sentral dalam tim sepakbola, jika menilik lini tengah persib apa yang kurang? Justru yang terlihat adalah bukan kurang melainkan lebih, nama beken seperti hariono, kim, dedi, zola, serta essien. Mereka adalah pemain yang sering mendapat menit bermain, untuk urusan kualitas pun sudah tidak perlu diragukan lagi namun lagi-lagi kualitas mereka seakan tidak memperlihatkan tajinya. Essien secara khusus disorot karena sebagai pemain dengan label marquee player yang malang melintang di beberapa liga top eropa tidak terlihat tajinya, tidak adanya kreator di lini tengah menjadi pemicu lemahnya produktifitas persib membobol gawang lawan.
Tidak konsistennya permainan persib nampak terlihat di pertengahan kompetisi, sialnya konsistensi itu muncul adalah saat pencapaian hasil remis dalam lima laga beruntun (pekan ke 23-28), kemenangan menjadi langka tak ubahkan tim medioker dengan komposisi pemain seadanya. Mengawali kompetisi dengan hasil remis serta di akhiri dengan sebuah kekalahan adalah sebuah kewirangan untuk persib bandung, catatan kelam itu haram diulangi di kompetisi baru nanti.
(Review) Lika-Liku Persib Bandung Selama Gelaran Liga 1
Reviewed by admin
on
November 13, 2017
Rating:

No comments