Memahami Ucapan Sang Legenda
Suporter sebagai pemain ke 12 dalam tim sepakbola, peran suporter yang besar tentu tak bisa di sepelekan. Suporter yang rela melakukan apapun hanya demi tim kebanggannya, termasuk saya yang sangat bangga menjadi suporter persib bandung. Simbiosis mutuliasme mungkin bisa jadi gambaran, jika suporter bertugas memberikan dukungan dengan berbagai cara maka tugas tim adalah tampil memikat di setiap laga hingga pada akhirnya harapan keduanya bisa menjadi kenyataan dengan hadirnya sebuah gelar.
Sabtu pekan lalu linimasi diramaikan dengan statment djanur sebagai pelatih persib, dikalimat terakhir djanur berkata “saya sudah berbuat untuk persib, anda sudah berbuat apa untuk persib?” entah apa maksud dan tujuan beliau berkata demikian namun secara tak langsung ucapannya melukai kami sebagai suporter persib bandung. Memang saat ini persib sedang ditimpa beragam masalah, salah satunya dari penampilan yang jauh dari ekspetasi. Sebagai tim penuh history yang mempunyai suporter loyal serta tersebar dimana mana tentu bukan perkara mudah untuk jadi pelatih kepala persib, tekanan dari berbagai kalangan yang besar tentu harus dihadapi maka tak heran begitu banyak pelatih terdahulu yang tak sanggup menahan tekanan terutama dari suporter persib. Djanur yang notabennya eks pemain persib tentu paham akan hal itu, beliau memahami bermain dulu di persib hingga saat ini menjadi pelatih membuatnya harus berhadapan dengan kritikan yang tak kunjung usai.
Lalu mengapa djanur harus berkata demikian? Bisa saja karena frustasi akan kritikan yang terus berdatangan, namun harusnya beliau ingat bukankah dia bukan orang baru di persib hingga harusnya paham akan situasi seperti ini akan terjadi. Pelatih yang sukses memberikan gelar juara isl 2014 serta pilpres 2015 ini nampaknya mulai geram dengan kritikan, imbasnya munculnya statment demikian namun semua sudah terlanjur terjadi. Kata yang terlanjur sudah turucap membuat hati kami sebagai suporter sangat kecewa, sebuah pengorbanan tulus untuk kebanggaan merasa tak berarti. Namun percayalah kuc, kecewa ini tak sedikitpun menghilangkan rasa cinta kami pada persib bandung.
Kritik memang kadang menyakitkan jika tak mampu diterima dengan lapang, sekalipun tujuannya baik namun tak sedikit yang justru terbunuh akan kritikan. Lepas dari situasi tertekan seperti demikian memang bukan perkara gampang, perlu jiwa yang kuat hingga sanggup menanggung beban yang teramat berat. Solusi terbaik untuk menjawab semua kritikan yang datang adalah dengan pembuktian, gelar juara tentu akan membungkan kritikan hingga akhirnya berubah menjadi sanjungan.
Sabtu pekan lalu linimasi diramaikan dengan statment djanur sebagai pelatih persib, dikalimat terakhir djanur berkata “saya sudah berbuat untuk persib, anda sudah berbuat apa untuk persib?” entah apa maksud dan tujuan beliau berkata demikian namun secara tak langsung ucapannya melukai kami sebagai suporter persib bandung. Memang saat ini persib sedang ditimpa beragam masalah, salah satunya dari penampilan yang jauh dari ekspetasi. Sebagai tim penuh history yang mempunyai suporter loyal serta tersebar dimana mana tentu bukan perkara mudah untuk jadi pelatih kepala persib, tekanan dari berbagai kalangan yang besar tentu harus dihadapi maka tak heran begitu banyak pelatih terdahulu yang tak sanggup menahan tekanan terutama dari suporter persib. Djanur yang notabennya eks pemain persib tentu paham akan hal itu, beliau memahami bermain dulu di persib hingga saat ini menjadi pelatih membuatnya harus berhadapan dengan kritikan yang tak kunjung usai.
![]() |
| foto : kaskus |
Lalu mengapa djanur harus berkata demikian? Bisa saja karena frustasi akan kritikan yang terus berdatangan, namun harusnya beliau ingat bukankah dia bukan orang baru di persib hingga harusnya paham akan situasi seperti ini akan terjadi. Pelatih yang sukses memberikan gelar juara isl 2014 serta pilpres 2015 ini nampaknya mulai geram dengan kritikan, imbasnya munculnya statment demikian namun semua sudah terlanjur terjadi. Kata yang terlanjur sudah turucap membuat hati kami sebagai suporter sangat kecewa, sebuah pengorbanan tulus untuk kebanggaan merasa tak berarti. Namun percayalah kuc, kecewa ini tak sedikitpun menghilangkan rasa cinta kami pada persib bandung.
Kritik memang kadang menyakitkan jika tak mampu diterima dengan lapang, sekalipun tujuannya baik namun tak sedikit yang justru terbunuh akan kritikan. Lepas dari situasi tertekan seperti demikian memang bukan perkara gampang, perlu jiwa yang kuat hingga sanggup menanggung beban yang teramat berat. Solusi terbaik untuk menjawab semua kritikan yang datang adalah dengan pembuktian, gelar juara tentu akan membungkan kritikan hingga akhirnya berubah menjadi sanjungan.
Memahami Ucapan Sang Legenda
Reviewed by admin
on
June 09, 2017
Rating:
Reviewed by admin
on
June 09, 2017
Rating:


No comments