Si Kebanggaan Yang Kembali Tampil Mengecewakan

Peluit panjang dari sang pengadil lapangan telah ditiup, tanda pertandingan telah usai walau hasil tak sesuai harapan karena skor berakhir tanpa pemenang. Tuan rumah harus puas kembali meraih hasil mengecewakan, bukan hanya karena hasil imbang tapi dari segi permainan pun masih jauh dari  ekspektasi sebagai salah satu kandidat juara. Bahkan harus diakui pertandingan semalam yang digadang – gadang sebagai big match tersebut justru lebih cenderung membosankan, hanya sesekali peluang tercipta itupun bukan dari tuan rumah melainkan tim tamu. Harus objektif memang, laga semalam yang sebenarnya bukan laga pembuka tersebut didominasi oleh arema, sementra persib justru tak mencermikan sebagaimana mestinya tuan rumah. Meski sejak kick off terus melakukan serangan skema yang diterapkan sudah dipahami oleh lawan, maka tak heran sangat kesulitan untuk membongkar pertahanan tim dari malang.

foto : bola.kompas
Tidak ada sosok pengatur serangan yang memang sangat amat dibutuhkan oleh persib bandung sejak gelaran turnamen tsc lalu, paska perginya makan konate persib kesulitan mencari pengganti sepadan. Mulai dari pugliara, flores, hingga kini hadirnya pemain naturalisasi maitimo. Silih berganti pemain datang dan pergi namun masih belum ada yang mampu mencuri hati djanur dan tentunya bobotoh, tugas kini berada dipundak maitimo apalagi sang pemain mengenakan no punggung yang memang ditinggalkan konate. Masih terlalu dini memang jika sekarang menilai maitimo gagal atau sukses mengisi peran sentral tersebut apalagi hajatan liga 1 yang baru memasuki pekan pertama, selain maitimo tentu talenta lokal pun layak diperhitungkan seperti kusnandar maupun kim jefri kurniawan, atau si marquee player essien yang mungkin bisa dijadikan eksperimen jika memang beberapa nama tadi tetap tak memenuhi ekspektasi. Hadirnya sosok playmaker ini tentunya agar memberi warna berbeda karena proses penyerangan via gawir yang saat ini diterapkan sudah mampu di antisipasi lawan.


Selain suplay dari lini tengah, sang predator dikotak penalty kini tidak ada. Sergio van dijk yang masih dalam masa pemulihan cedera menjadi pekerjaan rumah tambahan untuk djanur. Menjadikan matsunaga sebagai target man tentu butuh perlu dikaji ulang, karena mastunaga pun sampai saat ini masih belum menunjukan performa terbaiknya. Angga yang alumni diklat tentu membutuhkan jam terbang lebih banyak,  tak etis rasanya jika langsung menjudge pemain tersebut tak layak apalagi sampai dengan saat ini jatah bermainnya pun masih terbilang minim. Cole yang resmi didatangkan untuk mengisi tempat slot satu pemain asing dan tentunya sebagai target man nampaknya masih kesulitan tampil maksimal, faktor kebugaran jelas terlihat dibeberapa laga ujicoba termasuk saat melawan arema semalam. Selain cole sang marquee player essien pun mengalami masalah yang sama, dua eks alumni liga inggris ini memang bermasalahan dengan kebugaran, tentu bukan perkara gampang untuk setiap pemain bisa kembali bugar hingga mampu tampil maksimal. Semoga saja solusi faktor kebugaran tersebut sudah dipikirkan dengan matang oleh pihak manajemen persib bukan hanya sekedar memperhitungkan segi finansial semata.


Terakhir semoga hasil seri dipertandingan kontra arema membuat djanur menemukan formula baru mungkin dengan merubah skema bermain, setidaknya ilmu yang pernah diraih selama di Italy bisa sedikit dipraktekan disini walau dengan kondisi serta materi yang jauh berbeda. Dengan komposisi pemain yang dimiliki persib saat ini harusnya mampu tampil superior, ditambah lisensi djanur yang sudah di upgrade di awal tahun. Mulailah berbenah coach
Si Kebanggaan Yang Kembali Tampil Mengecewakan Si Kebanggaan Yang Kembali Tampil Mengecewakan Reviewed by admin on April 15, 2017 Rating: 5

No comments