Maitimo, Kebutuhan atau Kesalahan?
Geliat persib bandung di bursa transfer jelang mengarungi Liga 1 memang menarik perhatian, mulai dari sukses mendatangkan pamain kelas dunia Michael Essien dan Carlton Cole hingga terakhir berhasil meminang pemain naturalisasi Raphael Maitimo. Khusus untuk nama terakhir memang sedikit menimbulkan pro kontra dikalangan bobotoh meski sebenarnya sah – sah saja dan masih tahap wajar apalagi pemain ke 12 seperti bobotoh memang cukup kritis perihal kebijakan apapun yang dilakukan oleh manajemen. Maitimo terakhir bermain untuk PSM Makassar di turnamen piala presiden lalu, setelah selesai turnamen secara mengejutkan maitimo memilih untuk hengkang dan akhirnya memilih persib bandung. Hengkangnya maitimo sempat menjadi pemberitaan di Makassar karena menilai maitimo tidak professional, mulai dari isu ketidakcocokan perihal kontrak serta fasilitas yang di inginkan, cekcok dengan pelatih, hingga tim lain yang sanggup menggaji lebih yang membuat maitimo hengkang. Terlepas yang mana yang benar namun nampaknya sudah menjadi hal lumrah di persepakbolaan negeri ini, jika ingin berpindah tim bisa menggunakan alasan yang terkesan konyol.
Lalu tepatkah persib meminang maitimo? Jika melihat dari komposisi pemain yang dimiliki maung bandung sebelum maitimo bergabung memang pemain tengah persib sudah cukup mumpuni walau harus di akui di turnamen piala presiden lalu peran pengatur serangan tidak terlihat begitu nyata. Sempat mencoba beberapa opsi mulai dari pemain muda Zola, Dado, Erick Weeks, hingga Kim namun hasilnya masih belum menggembirakan. Bolong tersebut sedikit di tambal oleh penampilan gemilang Febri bow yang sukses mencuri perhatian dan menganggap minus di posisi pengatur serangan tak terlihat terlalu signifikan. Dado yang dibeberapa pertandingan terakhir sering di plot sebagai pengatur serangan nampaknya perlu waktu karena terkesan kurang maksimal walau umpannya sangat memanjakan, kompetisi Liga 1 yang sudah di depan mata membuat sang pelatih kepala memutuskan membeli pemain baru untuk bisa menambal kekosongan dan pilihan jatuh ke pemain keturunan belanda yaitu maitimo.
Keputusan merekrut maitimo akan menjadi tepat ketika sang pelatih sukses meramu startegi baru dengan menepatkan setiap pemain sesuai posisinya, apalagi ada beberapa pemain yang dinilai mampu bermain di berbagai posisi termasuk maitimo yang di awal berkarir di tanah air bermain di posisi bek sayap kanan. Tetapi keputusan membawa maitimo ke tanah pasundan akan menjadi kesalahan jika sang pelatih tidak mampu menjaga keharmonisan ruang ganti sehingga muncul konflik nantinya. Apalagi skuad persib yang merata dari inti hingga cadangan jadi sudah di pastikan tugas berat menanti djanur untuk bisa meredam ego para pemain bintangnya. Sosok maitimo sendiri harus segera beradaptasi dengan kultur sepakbola kota kembang yang tak segan mencemooh pemain jika bermain tidak sesuai harapan, maka tampil maksimal tentu akan menarik simpati bobotoh meski yang tak suka akan keberadaanya pasti tetap ada.
Maitimo, Kebutuhan atau Kesalahan?
Reviewed by admin
on
April 02, 2017
Rating:
Reviewed by admin
on
April 02, 2017
Rating:


No comments